GLOBAL MINDSET, ISLAMIC CHARACTER

Catatan Perjalanan Edutrip Antarbangsa SMA IT Insan Kamil Karanganyar

Dunia luar adalah laboratorium belajar tanpa batas. Prinsip inilah yang mendasari SMA IT Insan Kamil Karanganyar saat menggelar program Educational Trip (Edutrip) lintas negara ke Malaysia dan Singapura pada 13–16 April 2026. Selama empat hari, para siswa tidak sekadar berwisata, tetapi juga menyelami budaya baru, memperluas wawasan global, serta mempelajari kemajuan teknologi dan sistem pendidikan Islam di dua negara tetangga.

Perjalanan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual. Siswa ditantang mempraktikkan kemampuan berbahasa asing, melatih kemandirian, serta mengasah kepekaan sosial di lingkungan internasional.

Menjelajahi Modernitas dan Kedisiplinan di Singapura

Destinasi pertama dimulai dari Singapura, negara kota yang terkenal dengan kedisiplinan dan pengelolaan tata kota tingkat tinggi. Di sini, para siswa belajar banyak tentang pentingnya menjaga lingkungan dan efisiensi fasilitas publik.

  • Jewel Changi. Di bandara terbaik dunia ini, siswa melihat langsung perpaduan arsitektur modern dengan alam berupa air terjun dalam ruangan (Rain Vortex).
  • Merlion Park & Marina Bay Sands. Titik awal untuk memahami bagaimana Singapura membangun ikon global dan mengelola sektor pariwisata secara profesional.
  • Singapore City Gallery. Inspirasi mengenai masa depan melalui maket raksasa dan simulator interaktif, perencanaan tata kota masa depan yang dirancang dengan memadukan kecerdasan teknologi dan pelestarian lingkungan hidup.

Kunjungan Pendidikan di SRITI & SMITI Al Hikmah, Johor

Puas mempelajari modernitas Singapura, perjalanan berlanjut ke Malaysia. Salah satu agenda utama edutrip ini adalah melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan Islam di Johor, yaitu SRITI (Sekolah Rendah Integrasi Teras Islam) dan SMITI (Sekolah Menengah Integrasi Teras Islam) Al Hikmah di Kulai, Johor.

Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi siswa dan asatidzah SMA IT Insan Kamil untuk saling bertukar ide dan pengalaman. Siswa berinteraksi langsung dengan pelajar lokal, berdiskusi mengenai kurikulum integrasi Islam-sains, serta melihat bagaimana nilai-nilai rabbani diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah Malaysia. Pertemuan ini mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membuka perspektif baru tentang metode pembelajaran lintas negara.

Membidik Pendidikan Tinggi Global di Kampus IIUM

Tidak kalah menginspirasi, rombongan SMA IT Insan Kamil juga berkesempatan mengunjungi kampus International Islamic University Malaysia (IIUM). Sebagai salah satu universitas Islam negeri terbaik di dunia, IIUM menawarkan atmosfer akademik internasional dengan mahasiswa yang berasal dari ratusan negara.

Di kampus ini, para siswa diajak melihat fasilitas akademik, menjelajahi lingkungan kampus yang kental dengan peradaban Islam, serta mendapatkan motivasi langsung mengenai peluang melanjutkan studi di luar negeri. Kunjungan ke IIUM memicu semangat siswa untuk belajar lebih giat agar bisa bersaing di kancah global.

Menjelajah keindahan visual  dan budaya di Malaysia

Perjalanan berlanjut ke berbagai destinasi di Malaysia. Rombongan berkesempatan berdiri di bawah kemegahan Menara Kembar Petronas (KLCC). Ikon global ini menjadi sarana motivasi visual bagi para siswa agar berani bermimpi besar dan berpikir global dalam menatap masa depan. Tak ketinggalan, rombongan mendaki di Genting Highlands, sebuah kawasan wisata di dataran tinggi yang terkenal dengan kereta gantungnya. Di sini, siswa menikmati keindahan alam sekaligus mempelajari bagaimana infrastruktur transportasi modern dibangun di atas medan pegunungan yang ekstrem. Sebagaimana di Singapura, rombongan juga mengunjungi pusat pemerintahan di Malaysia yaitu Putrajaya. Di Putrajaya, siswa disuguhi tata kelola tata kota yang rapi dan megah. Kunjungan ini memberikan wawasan tentang konsep kota pintar (smart city) yang memadukan arsitektur Islam modern dengan kelestarian lingkungan. Perjalanan edukasi berlanjut ke Melaka, sebuah kota bersejarah yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Di kota ini, para siswa seperti melintasi lorong waktu saat mempelajari jejak perdagangan maritim masa lalu, sejarah kolonialisme, serta akulturasi budaya yang unik antara Melayu, Tionghoa, dan Eropa.

Selama di Malaysia, para siswa juga belajar menggunakan transportasi umum seperti MRT. Pengalaman ini melatih budaya antre, ketepatan waktu, dan kemandirian mereka di fasilitas publik internasional.

Menempa Karakter Islami yang Berwawasan Global

Sebagai sekolah Islam terpadu, SMA IT Insan Kamil tetap mengintegrasikan nilai-nilai karakter selama perjalanan. Di tengah padatnya jadwal rute Singapura–Malaysia, ibadah sholat lima waktu tetap menjadi prioritas utama. Para siswa belajar menjadi duta muslim yang baik dengan menjaga sopan santun, kebersihan, dan kerapian di negeri orang.

Melalui edutrip ini, teori-teori yang selama ini hanya dibaca di dalam kelas seperti Geografi, Sosiologi, Bahasa Inggris, hingga Sejarah kini mewujud nyata di depan mata. Perjalanan yang berlangsung pada April 2026 ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar siswa SMA IT Insan Kamil Karanganyar untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, mandiri, dan siap memimpin ummat di masa depan.

(Ustadzah Tri Rahayu, S.Pd., M.Psi.)

Scroll to Top